Perkenalkan nama aku Ima, aku
mempunyai sahabat yaitu Nisa. Aku dan Nisa ingin sekali melanjutkan SMA di Perancis, sayangnya aku dan Nisa orang
tidak mampu atau miskin. Pada waktu itu disekolah ada tes untuk melanjutkan SMA
di Perancis, tapi yang ikut tes harus bayar formulir dengan harga mahal. Jadi
aku dan Nisa tidak ikut tes.
“Aduh
bagusnya, menara eiffel ini”, kata Nisa sambil
melihat gambar menara eiffel di hp.
“iya
iya. Kapan kita kesana? Pasti kalau dilihat dari dekat tambah bagus menaranya”,
kataku melihat gambar menara Eiffel.
“iya
jelas lha. Ada ada aja kamu. Oleh karena itualasan aku melanjutkan SMA di
Perancis. Jadi aku bisa setiap hari ke menara Eiffel”, kata nisa sambil
membayangkan.
“ha..ha...bisa..bisa,
alas an aku melanjutkan SMA di peancis sih tidak seperti kamu, tapi disana kumpulan orang orang pintar dan
Perancis Negara romantis”,kataku
“Boleh
boleh tapi apa bisa kita melanjutkan SMA di Negara Perancis? Pasti kalau ada
tes pasti bayar juga”, kata nisa dengan nada kesal
“Iya
kita tetap optimis aja. Kita melanjutkan SMA di Perancis melalui beasiswa aja,
jadi kita tidak bayar sama sekali”,kataku
Bel berbunyi, teman temanku masuk
kekelas, termasuk aku dan Nisa. Aku meneluarkan buku matematika, karna sekarang
pelajaran matematika. Selama 2 jam aku belajar matematika.
Pelajaran Matematika telah usai ,dan
akhirnya bel pulang sekolah. Aku membereskan buku kedalam tas. Selesai
membereskan buku,aku danNisa pergi ke perpustakaan daerah untuk membaca buku.
“Akhirnya
sampai juga di perpustakaan”, kata nisa dengan nada lega
“Alhamdulillah
sudah sampai. Ayo kita masuk Nis!”, ajakku
“Ima
lihat deh. Aku menemukan kamus Indonesia-Perancis”, kata Nisa dengan nada
bangganya.
“Coba
sih, aku ingin tahu bahasa Perancisnya saya itu apa?”, tanyaku
“Ini
ini aku ketemu. Dikamus ini dituliskan JE, tapi kalau dibaca ESED”, kata nisa
“Berarti
tulisan sama bacaan beda ya Nis”,kataku
Beberapa menit kemudian aku dan Nisa
selesai mempelajari bahasa perancis.
“Gimana
Nis. Udah hafal berapa katadikamus tadi?, tanyaku
“Aku
baru 10 kata dikamus tadi. Ima, besok kita kesini lagi ya! Atau gimana kalau
setiap pulang sekolah kita mampir dulu di perpustakaan untuk mendalami bahasa
perancis kita. Trus kamu udah hafal berapa kata di kamus tadi?”, kata Nisa
“Aku
sama baru 10 kata. Iya deh aku setuju setuju aja sama usulan kamu. Ayo kita
pulang”, ajakku
Keesokan harinya disekolah aku
mendengar gossip dari teman teman bahwa akan diadakan tes untuk melanjutkan SMA
di Perancis, tapi belum pasti juga, karena bapak dan ibu guru belum memberitahu
tentang berita itu.
Di kelas, aku, Nisa dan teman teman
yang lain masih asyik ngobrol. Padahal sudah bel masuk. Tapi beberapa menit
kemudian, bu guru Fatimah wali kelasku datang.
“selamat
pagi anak anak”, sapa bu Fatimah
“Selamat
pagi bu”, jawabku dan teman teman
“ibu
hanya ingin memberitahukan bahwa akan diadakan tes lagi untuk melanjutkan SMA
diPerancis. Tapi tidak diadakan di
sekolah, diadakan di SMAN 10 Bandung”, jelas ibu Fatimah
Aduh
jauh banget tempat tesnya, naik apa aku nanti, batinku dalam hati
“Yang
ibu panggl berarti itu ikut tes untuk melanjutkan SMA di Perancis hanya bayar
30000, tidak bayar penuh. Sekarang dengarkan ibu. Ima, Nisa, Nadia,
Yasmin,Fauzan, hisyam. Kalau ada yang mau ikut tes silakan daftar ke ibu, tapi
bayar penuh buat formulir, kecuali yang ibu panggil”, jelas ibu Fatimah
Alhamdulillah
aku tidak bayar penuh buat ikut tes, batinku
Bel istirahat berbunyi , aku dan Nisa
ke kantin untuk istirahat
“Nis
Alhamdulillah ya kita hanya bayar 30000, tapi gimana nyari uang 30000 itu?”,
tanyaku
“Gimana
kalau kita jual kue?”, tanya Nisa
“tapi
kue sapa dijual?”, tanyaku
“ehm
kuenya bang Mail aja.itu kan kuenya enak sekali, pasti terjual semua. Gimana
menurutmu?”, usulan nisa
“Ya
aku setuju. Kita jualannya pulang dari
perpustakaan daerah aja. Mulai nanti ya Nis”, kataku
Seperti biasa aku dan Nisa ke
Perpustakaan daerah sepulang sekolah. Aku dan nisa mempelajari bahasa perancis,
agar waktu tes tidak kesultian.
Setelah dari Perpustakaan daerah aku
dan Nisa ke took bang Mail
“Bang aku bolehkan jual kue abang”, Tanya Nisa
tidak sabar
“Untuk
apa kalian jualan , kalian kan masih sekolah. Kalian juga SMAnya dapat
beasiswa”,tanya bang Mail
“Kita
itu bang butuh uang buat tes melanjutkan SMA di Perancis. Kita butuh uang 60000
bang boleh kan?”, tanya Nisa
“ehm.
Gimana ya? Boleh deh. Tapi kalian harus ganti baju. Jangan pakai baju sekolah
kalian bawa baju ganti kan?, tanya bang Mail
“bawa
dong bang”, jawab ku dan Nisa
Aku dan Nisa memulai jual kue bang
Mail di jalan raya. Tapi tidak ada yang terjual satu pun kuenya. Jadinya aku
dan Nisa jual kue di perkampungan. Akhirnya semua kue terjual.
“Alhamdulillah
Nis. Kuenya sudah habis”,kataku
“iya
dapat uang berapa ima?”, tanya Nisa
“Dapat
uang 100000”, jawabku
Ditoko bang Mail, aku dan Nisa
menyetorkan uang yang aku dan Nisa peroleh. Alhamdulillah aku dan Nisa dapat
uang 10000. Selama 3 hari Aku dan Nisa selalu setelah pulang dari perpustakaan
daerah jual kue dan akhirnya mendapatkan hasil juga. Uang yang aku dan Nisa
dapatkan cukup untuk bayar tes melanjutkan SMA di Perancis.
Disekolah aku dan Nisa membayar uang
di Ibu Fatimah. Lalu Ibu Fatimah memberitahu lagi berita yang mengejutkan aku
dan Nisa.
“Maaf
ya Anak – anak, nanti waktu tes di SMAN 10 Bandung tidak berangkat bersama –
sama dari sekolah, tapi berangkat sendiri – sendiri,” jelas Ibu Fatimah.
“Apa
Bu?”, aku dan Nisa kaget.
“kenapa
tidak berangkat bersama – sama Bu?”, Tanya Nisa.
“Ibu
juga tidak tahu. Maaf ya anak – anak “, kata Ibu Fatimah.
“Ya
udah Bu tidak apa – apa, terima kassih”, kataku.
Aku
dan Nisa kekantin untuk istirahat, aku dan Nisa masih mencari ide.
“Nisa
kita besuk naik apa ini?”, tanyaku.
“
Gimana kalau kita memberhentikan mobil yang lewat, terus kita naik mobil itu”,
usul Nisa.
“Ya
udah deh terserah kamu, aku pasrah aja”, kataku.
Keesokan harinya Aku dan Nisa sudah
siap untuk berangkat ke SMAN 10 Bandung. Aku dan Nisa menunggu mobil lewat
untuk kutumpangi ke SMAN 10 Bandung. Lalu
mobil Bang Mail lewat dihadapan aku dan Nisa.
“Mau
kemana kalian?”, Tanya Bang Mail.
“Kita
mau ke SMAN 10 Bandung. Bang Mail mau kemana?”, Tanya Nisa.
“Bang
Mail juga mau ke SMAN 10 Bandung, Apa kalian mau berangkat bersamaku?”, ajak
Bang Mail.
“Ya
udah kami ikut”, kataku.
Sesampainya di SMAN 10 Bandung Aku
dan Nisa segera masuk ke ruangan untuk tes. Alhamdulillah Aku dan Nisa dapat
beasiswa sekolah di Perancis.
“Perancis
aku datang”, kataku dengan semangat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar