Jumat, 30 November 2012

Perancis.....Aku Datang......


Perkenalkan nama aku Ima, aku mempunyai sahabat yaitu Nisa. Aku dan Nisa ingin sekali melanjutkan SMA  di Perancis, sayangnya aku dan Nisa orang tidak mampu atau miskin. Pada waktu itu disekolah ada tes untuk melanjutkan SMA di Perancis, tapi yang ikut tes harus bayar formulir dengan harga mahal. Jadi aku dan Nisa tidak ikut tes.
“Aduh  bagusnya, menara eiffel ini”, kata Nisa sambil melihat gambar menara eiffel di hp.
“iya iya. Kapan kita kesana? Pasti kalau dilihat dari dekat tambah bagus menaranya”, kataku melihat gambar menara Eiffel.
“iya jelas lha. Ada ada aja kamu. Oleh karena itualasan aku melanjutkan SMA di Perancis. Jadi aku bisa setiap hari ke menara Eiffel”, kata nisa sambil membayangkan.
“ha..ha...bisa..bisa, alas an aku melanjutkan SMA di peancis sih tidak seperti kamu, tapi  disana kumpulan orang orang pintar dan Perancis Negara romantis”,kataku
“Boleh boleh tapi apa bisa kita melanjutkan SMA di Negara Perancis? Pasti kalau ada tes pasti bayar juga”, kata nisa dengan nada kesal
“Iya kita tetap optimis aja. Kita melanjutkan SMA di Perancis melalui beasiswa aja, jadi kita tidak bayar sama sekali”,kataku
Bel berbunyi, teman temanku masuk kekelas, termasuk aku dan Nisa. Aku meneluarkan buku matematika, karna sekarang pelajaran matematika. Selama 2 jam aku belajar matematika.
Pelajaran Matematika telah usai ,dan akhirnya bel pulang sekolah. Aku membereskan buku kedalam tas. Selesai membereskan buku,aku danNisa pergi ke perpustakaan daerah untuk membaca buku.
“Akhirnya sampai juga di perpustakaan”, kata nisa dengan nada lega
“Alhamdulillah sudah sampai. Ayo kita masuk Nis!”, ajakku
“Ima lihat deh. Aku menemukan kamus Indonesia-Perancis”, kata Nisa dengan nada bangganya.
“Coba sih, aku ingin tahu bahasa Perancisnya saya itu apa?”,  tanyaku
“Ini ini aku ketemu. Dikamus ini dituliskan JE, tapi kalau dibaca ESED”, kata nisa
“Berarti tulisan sama bacaan beda ya Nis”,kataku                                                                                                                                   
Beberapa menit kemudian aku dan Nisa selesai mempelajari bahasa perancis.
“Gimana Nis. Udah hafal berapa katadikamus tadi?, tanyaku
“Aku baru 10 kata dikamus tadi. Ima, besok kita kesini lagi ya! Atau gimana kalau setiap pulang sekolah kita mampir dulu di perpustakaan untuk mendalami bahasa perancis kita. Trus kamu udah hafal berapa kata di kamus tadi?”, kata Nisa
“Aku sama baru 10 kata. Iya deh aku setuju setuju aja sama usulan kamu. Ayo kita pulang”, ajakku
Keesokan harinya disekolah aku mendengar gossip dari teman teman bahwa akan diadakan tes untuk melanjutkan SMA di Perancis, tapi belum pasti juga, karena bapak dan ibu guru belum memberitahu tentang berita itu.
Di kelas, aku, Nisa dan teman teman yang lain masih asyik ngobrol. Padahal sudah bel masuk. Tapi beberapa menit kemudian, bu guru Fatimah wali kelasku datang.
“selamat pagi anak anak”, sapa bu Fatimah
“Selamat pagi bu”, jawabku dan teman teman
“ibu hanya ingin memberitahukan bahwa akan diadakan tes lagi untuk melanjutkan SMA diPerancis. Tapi   tidak diadakan di sekolah, diadakan di SMAN 10 Bandung”, jelas ibu Fatimah
Aduh jauh banget tempat tesnya, naik apa aku nanti, batinku dalam hati
“Yang ibu panggl berarti itu ikut tes untuk melanjutkan SMA di Perancis hanya bayar 30000, tidak bayar penuh. Sekarang dengarkan ibu. Ima, Nisa, Nadia, Yasmin,Fauzan, hisyam. Kalau ada yang mau ikut tes silakan daftar ke ibu, tapi bayar penuh buat formulir, kecuali yang ibu panggil”, jelas ibu Fatimah
Alhamdulillah aku tidak bayar penuh buat ikut tes, batinku
Bel istirahat berbunyi , aku dan Nisa ke kantin untuk istirahat
“Nis Alhamdulillah ya kita hanya bayar 30000, tapi gimana nyari uang 30000 itu?”, tanyaku
“Gimana kalau kita jual kue?”, tanya Nisa
“tapi kue sapa dijual?”, tanyaku
“ehm kuenya bang Mail aja.itu kan kuenya enak sekali, pasti terjual semua. Gimana menurutmu?”, usulan nisa
“Ya aku setuju.  Kita jualannya pulang dari perpustakaan daerah aja. Mulai nanti ya Nis”, kataku
Seperti biasa aku dan Nisa ke Perpustakaan daerah sepulang sekolah. Aku dan nisa mempelajari bahasa perancis, agar waktu tes tidak kesultian.
Setelah dari Perpustakaan daerah aku dan Nisa ke took bang Mail
 “Bang aku bolehkan jual kue abang”, Tanya Nisa tidak sabar
“Untuk apa kalian jualan , kalian kan masih sekolah. Kalian juga SMAnya dapat beasiswa”,tanya bang Mail
“Kita itu bang butuh uang buat tes melanjutkan SMA di Perancis. Kita butuh uang 60000 bang boleh kan?”, tanya Nisa
“ehm. Gimana ya? Boleh deh. Tapi kalian harus ganti baju. Jangan pakai baju sekolah kalian bawa baju ganti kan?, tanya bang Mail
“bawa dong bang”, jawab ku dan Nisa
Aku dan Nisa memulai jual kue bang Mail di jalan raya. Tapi tidak ada yang terjual satu pun kuenya. Jadinya aku dan Nisa jual kue di perkampungan. Akhirnya semua kue terjual.
“Alhamdulillah Nis. Kuenya sudah habis”,kataku
“iya dapat uang berapa ima?”, tanya Nisa
“Dapat uang 100000”, jawabku
Ditoko bang Mail, aku dan Nisa menyetorkan uang yang aku dan Nisa peroleh. Alhamdulillah aku dan Nisa dapat uang 10000. Selama 3 hari Aku dan Nisa selalu setelah pulang dari perpustakaan daerah jual kue dan akhirnya mendapatkan hasil juga. Uang yang aku dan Nisa dapatkan cukup untuk bayar tes melanjutkan SMA di Perancis.
Disekolah aku dan Nisa membayar uang di Ibu Fatimah. Lalu Ibu Fatimah memberitahu lagi berita yang mengejutkan aku dan Nisa.
“Maaf ya Anak – anak, nanti waktu tes di SMAN 10 Bandung tidak berangkat bersama – sama dari sekolah, tapi berangkat sendiri – sendiri,” jelas Ibu Fatimah.
“Apa Bu?”, aku dan Nisa kaget.
“kenapa tidak berangkat bersama – sama Bu?”, Tanya Nisa.
“Ibu juga tidak tahu. Maaf ya anak – anak “, kata Ibu Fatimah.
“Ya udah Bu tidak apa – apa, terima kassih”, kataku.
Aku dan Nisa kekantin untuk istirahat, aku dan Nisa masih mencari ide.
“Nisa kita besuk naik apa ini?”, tanyaku.
“ Gimana kalau kita memberhentikan mobil yang lewat, terus kita naik mobil itu”, usul Nisa.
“Ya udah deh terserah kamu, aku pasrah aja”, kataku.
Keesokan harinya Aku dan Nisa sudah siap untuk berangkat ke SMAN 10 Bandung. Aku dan Nisa menunggu mobil lewat untuk kutumpangi ke SMAN 10 Bandung. Lalu  mobil Bang Mail lewat dihadapan aku dan Nisa.
“Mau kemana kalian?”, Tanya Bang Mail.
“Kita mau ke SMAN 10 Bandung. Bang Mail mau kemana?”, Tanya Nisa.
“Bang Mail juga mau ke SMAN 10 Bandung, Apa kalian mau berangkat bersamaku?”, ajak Bang Mail.
“Ya udah kami ikut”, kataku.
Sesampainya di SMAN 10 Bandung Aku dan Nisa segera masuk ke ruangan untuk tes. Alhamdulillah Aku dan Nisa dapat beasiswa sekolah di Perancis.
“Perancis aku datang”, kataku dengan semangat.